REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Mana yang lebih sering mengalamai crash, apakah sistem operasi Apple iOS atau Android? Sebuah studi yang dilakukan Crittercism menemukan bahwa carsh yang terjadi di iOS lebih banyak terjadi ketimbang Android.

Temuan ini seperti mematahkan sebuah asumsi yang berkembang sebelumnya bahwa Android merupakan sistem operasi yang tidak stabil, sementara iOS merupakan sistem operasi yang smooth dan bebas Bug.

Crittercism, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menyediakan laporan real-time untuk kerusakan aplikasi mobile melakukan riset selama sebulan pada dua sistem operasi. Dari riset satu bulan itulah terungkap bahwa iOS lebih rentan ketimbang Android.

Data tiga kuartil yang dibeberkan Crittercism mengungkap soal rentannya iOS. Pada kuartil pertama terungkap bahwa dari semua produk iPhone yang dirilis tercatat ada 0.51 persen yang mengalami crash, sementara produk Android tercatat 0.15 persen. Pada kuartil kedua, iOS naik menjadi 1.47 persen, sementara Android 0.73 persen. Pada kuartil ketiga, iOS 3,66 persen sementara Android 2.97 persen.

Crittercism juga mengungkapkan bahwa iOS 5.0.1 ternyata lebih rentan ketimbang iOS 4.3.5. Dari seluruh crash yang ditemukan di iOS, tercatat iOS 5.0.1 mencapai 33.93 persen. Sedangkan iOs 4.3.5 jauh dibawahnya, yakni 10.62 persen saja.

Crittercism even gave us a detailed breakdown of the most problematic releases by OS. As it turns out, iOS 5.0.1 generates more than a third of all iOS crashes – 33.93%, while iOS 4.3.5 is the second most problematic with 10.62%. That sounds quite believable as these two software versions are the two latest releases of iOS4 and iOS5.

On Android, it’s the two Gingerbread releases that generated most of the trouble – 2.3.3 with 24.76% and 2.3.4 with 23.38%.

Bagaimana dengan Android? Pada gingerbread 2.3.3 masalah yang ditemukan mencapai 24,76 persen, sementara versi 2.3.4 tercatat 23,38 persen.

Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: GSM arena