kasih sayang

awal mula saya merintis usaha sangat lah bagus bisa di katakan melebihi dari harapan saya dan istri, semenjak pertama kali buka tak henti hentinya pembeli datang, sampai pada suatu ketika kami di coba dengan cobaan yang begitu berat menurut kami coba bayangkan selama 4 bulan berturut turut kami sama sekali tidak mendapatkan uang sepeserpun, sementara tempat yang kami sewa tetap harus dibayar tepat pada waktunya, dapur harus tetap ngebul dan anak anak pun tetap harus jajan.

kebingungan melanda kami sampai pada akhirnya kami beranikan diri untuk pinjam modal kepada orang tua, tapi apa yg kami dapatkan hanyalah nasihat nasihat yang malah membuat kami tertekan.

kamipun semakin kebingungan kemana lagi kami harus ikhtiar.. di tambah lagi ketika kami mendengar bahwa orang tua kami menghibahkan tanah kepada orang lain.. sakit benar rasanya hati ini rasa marah terus membara di hati ini andai saja tanah itu di jual dan di jadikan modal untuk saya dan adik saya tentunya masalah ini berhenti sampai di sini. tapi mau bagaimana lagi itu tanah orang tua saya dan orang tua saya mempunyai hak untuk memberikannya kepada siapapun.

doapun terus saya panjatkan, saya bangun malam sambil mengadu kepada sang pencipta kalau misalkan ini cobaan tolong kuatkan pundak saya untuk menanggungnya. akhirnya doapun terkabul toko kamipun mulai kedatangan pembeli satu persatu dan pelanggan yang dulupun kini kembali ke toko kami. dan untuk modal pun ada saudara yg memberikan pinjaman tanpa harus memikirkan kapan harus di kembalikan. sungguh Allah maha menata apapun yg tidak mungkin bisa jadi mungkin.

saudara yg memberikan pinjaman tersebut sudah meluluhkan amarah dan sakit hati saya terhadap orang tua saya sendiri.

beliau bertanya umur berapa saya bisa mencari makan sendiri?

saya jawab, “umur 20”

berarti dari bayi sampai umur 20 kamu di beri makan sama orang tua kamu? iya jawab saya

coba kamu hitung 20×365 hari =  7300 hari,

sekarang kamu makan sehari 3 kali di kali 7300 hari = 21900 piring

nah selama ini kamu udah berapa piring ngasi makan ke orang tua kamu? kenapa kamu harus marah dan sakit hati?  karna orang tua kamu memberikan tanahnya kepada orang lain?

tanpa sadar saya meneteskan air mata. ternyata selama ini hanyalah napsu yg menduduki hati saya sampai saya marah kepada orang tua sendiri.

ya Allah ampuni dosa hambamu ini..

dan untuk bapaku maapin anakmu ya..

untuk mama di surga sana jangan sedih ma.. anakmu sedang dalam tahap pembelajaran..

saya dan istripun akan bangkit dari keterpurukan dari zero to hero.

semangat terus..

Salam Istimewa.

Dodorobby