Hidup ini penuh dengan pribahasa, begitulah menurut temanku Pipin. Setiap kali dia berbicara selalu nasehat dan filosopi yang keluar dari mulutnya. Seperti kemarin waktu dia berbincang dengan saya dan si Adi, “hidup yang bener itu… adalah hidup yang bisa bermanfaat buat orang lain dan bisa bermanfaat untuk akhirat nanti”

 

Coba kita renung kan perkataan si Pipin tadi

“hidup yang bener itu… adalah hidup yang bisa bermanfaat buat orang lain dan bisa bermanfaat untuk akhirat nanti”

Memang harus seperti itu kehidupan yang benar harus selalu mempunyai dua unsur

Satu unsur Tuhan (hablu minallah) yang kedua unsur manusia (hablu minannas). Jika kedua unsur itu ada pada diri kita maka hidup kita bisa kita katakan sempurna kita bisa bermanfaat untuk orang lain terutama anak istri dan kedua orang tua kita selebihnya baru untuk orang lain dan yang kedua kewajiban kita terhadap Tuhan tidak terbengkalai.

 

Saya coba terangkan arti kata “manfaat untuk orang lain” menurut pemikiran saya manfaat di sini tidak hanya materi yang di ukur tapi juga perbuatan kita terhadap orang lain, perbuatan kita yang selalu menolong dan tidak menyusahkan orang lain, perbuatan kita yang selalu memberikan nasehat dan wejangan bagi orang lain, perbuatan kita yang menjadi panutan bagi orang lain. Itulah arti kata manfaat bagi orang lain. Apa lagi kalo bisa di dukung dengan materi.

 

Seperti firman Allah dalam surat Al-Qashash ayat 77 : “Dan carilah pada apa yang telah Allah karuniakan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”