Bapak ku bilang “kebahagiaan tidak bisa di ukur dari kesuksesan seseorang”

Orang punya rumah besar, mobil mengkilap, jabatan tinggi apakah orang tersebut bisa di katakan bahagia?? Tentu tidak!! Tapi Karna kebahagiaan seseorang adalah dimana orang tersebut bisa menerima semua yang kita miliki dengan ikhlas.

Kita merasa cukup dengan apa yang kita dapatkan dan kita senang akan adanya anak, istri, orangtua, teman, dan sahabat di lingkungan kita.

Bolehlah kita memperjuangkan sesuata yang lebih tinggi menurut angan angan kita tapi dalam perjuangan tersebut janganlah kita mengorbankan kebahagiaan.

Apa itu kebahagiaan ?? banyak persepsi mengenai kebahagiaan ini seperti : orang bahagia itu adalah orang yang kaya, orang bahagia itu adalah orang yang sehat dan lain sebagainya.

Tapi menurut saya Hati kitalah yang menentukan kita bisa bahagia atau tidak.. “Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ada segumpal darah. Jika ia baik, seluruh jasad akan baik pula. Jika ia rusak, maka seluruh jasad akan rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah qalbu.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 52, dan Muslim no. 4070),

karna hati yang bisa membuat kita tenang dan bahagia, bagaimana supaya kita bisa tenang maka berZUHUD lah

walaupun engkau miskin dan hanya memiliki sepasang sendal tetapi bila engkau menghadap Tuhan, masih was-was dan takut kehilangan sendal itu artinya engkau masih terbelenggu dan terikat dengan selain Tuhan. Banyak orang yang kaya secara material, tetapi kehidupannya zuhud, orang itulah yang patut kita teladani. Terlepas dari keterikatan harta untuk menuju Tuhannya.

Jadi intinya kebahagiaan datang dari ketenangan, dan ketenangan datang dari zuhud, zuhud datang dari hati. Segala yang kita miliki hanyalah titipan merasa cukuplah dengan apa yang kita miliki, agar kita bisa merasakan kebahagiaan secara hakiki.