setelah selesai pindahan toko saya tertarik dengan usaha yang satu ini yaitu usaha potong rambut dengan modal sekali namun pendapatan tiap hari yang akan saya realisasikan secepatnya.
untuk penjelasannya saya kutip di bawah ini dan di ambil dari sini

ASGAR

Usaha Jasa Potong Rambut brUsaha potong rambut merupakan usaha jasa yang resikonya kecil tetapi hasilnya relatif tetap. Begitu setidaknya yang diutarakan Saryanto, 30 tahun, pemilik usaha potong rambut “Yanto”. Walaupun paginya sepi, hampir bisa dipastikan sore sampai malam usaha potong rambut miliknya ramai didatangi para pelanggan.

 

Selain memotong rambut, Saryanto juga menerima merapikan kumis. Pelanggannya mulai dari anak-anak, orang muda hingga orang tua. Model rambut yang diinginkan orang tua rata-rata hanya menginginkan rambut cepak, pendek dan rapi.

Berbeda dengan kawula muda yang menginginkan model rambutnya dipotong ala “mohawk” atau “spiky”. Potongan rambut model “mohawk”, menampilkan kesan lebih muda dan cocok untuk semua postur tubuh pria.

Sementara model “spiky” lebih cocok untuk pria berpostur pendek. Dengan bentuk rambut berdiri, kesan yang ditimbulkan adalah kesederhanaan. Selain itu model yang juga sangat digemari adalah potongan ala mandarin.

Proses Potong Rambut

Proses yang dilakukan pada saat memotong rambut konsumen sangat sederhana. Pelanggan dipasangi celemek agar potongan rambut tidak menempel di baju. Setelah itu rambut diusahakan tidak dalam posisi kering. Caranya rambut diperciki sedikit air.

Hal ini dimkasudkan agar “larinya” rambut yang dipotong tidak kemana-mana. Akan tetapi rambut juga tidak boleh dalam kondisi terlalu basah. “Karena kalau basah, seperti habis keramas, rambut susah dipotong”, ujarnya.

Setelah itu konsumen ditanya mau model rambut seperti apa. Jika proses potong rambut hampir selesai, konsumen ditanya potongan rambutnya kurang apa, apakah kurang pendek atau kurang rapi. “Yang jelas, polanya harus kelihatan dulu, baru ditanya”, imbuhnya..

Kemudian sisa rambut yang menempel di pakaian dibersihkan dan pelanggan dibedaki. Tujuan pelanggan dibedaki adalah untuk menjatuhkan rambut yang lengket, karena sisa rambut yang menempel di badan apabila langsung disikat tidak bisa langsung jatuh.

Peralatan & Ruang Usaha

Peralatan yang dibutuhkan untuk usaha potong rambut juga tidak banyak dan relatif tidak susah untuk didapat. Peralatan tersebut meliputi peralatan cukur yang sudah menjadi Personal Gadget dan perlengkapan usaha potong rambut itu sendiri.

Peralatan cukur yang dibutuhkan adalah clipper, yaitu mesin kecil untuk memotong rambut, sisir potong, pisau cukur, handuk, kap potong, sikat rambut, semprotan air, sisir vidal, kuas muka, gunting pendek, gunting zig zag dan penyemprot untuk memerciki rambut konsumen.

Harga mesin potong rambutnya bervariasi, berkisar antara 350 sampai 750 ribu. “Yang paling mahal buatan amerika. Mesinnya ringan, kecil tapi awet”, ujarnya. Sedangkan sisir harganya berkisar 15 ribu. Untuk gunting harga barangnya antara 50 sampai 150 ribu. “Yang paling bagus buatan Jerman mas,” katanya.

Sedangkan untuk perlengkapan usaha yang dibutuhkan adalah kursi pangkas, kaca, meja berlaci, kipas angin dan lampu pangakas. Untuk ruang usaha, luas ruang usaha yang dibutuhkan adalah minimum 5m x 8m. Kebutuhan ruangannya meliputi ruang tunggu, ruang potong, ruang cuci rambut dan ruang administrasi.

Pemasaran

Keunggulan yang diutamakan potong rambut pria “Yanto” adalah pengalamannya dalam memotong rambut yang sudah lama. Sehingga untuk memotong rambut jenis apapun tidak susah. Selain itu, potong rambut “Yanto” menambah layanan gratis merapikan kumis. Harganya juga cukup terjangkau. Hanya Rp. 5.000,00 per sekali potong.

Selain itu, jam buka yang tertib merupakan strateginya. Potong rambut “Yanto” mulai buka pukul 9 sampai jam 12 siang, kemudian istirahat 1 jam. Jam 1 siang buka lagi sampai jam 9 malam. Hari minggu juga buka.

Pertimbangannya adalah kebanyakan orang pada hari minggu adalah waktu dimana mereka tidak sekolah atau tidak bekerja, sehingga kemungkinan untuk menyempatkan mencukur rambut lebih besar.

Komunikasi antara tukang potong dengan pelanggan pada waktu mencukur juga penting. Karena tukang potong hanya diam saja, walaupun pelanggan cocok dengan potongannya, tapi mereka enggan kembali karena komunikasinya tidak baik.

Rata-rata sehari potong rambut “Yanto” bisa memotong 20-25 orang. Biaya bulanannyapun tergolong murah. Kebutuhan akan silet misalnya, satu silet bisa untuk 3-4 orang. Harga satu pak cuman Rp. 2500,- isi 5 buah.

Bedak juga murah. Seminggu hanya menghabiskan satu wadah bedak dengan harga 3 ribu per wadah. Pemakaian listrik juga tidak tinggi, hanya menghabiskan biaya 30 ribu per bulan sudah meng-cover kipas 8 watt, mesin potong rambut 10 watt. “Paling besar hanya untuk lampu malam, yaitu 40 watt”, ujarnya.

Intinya untuk membuka usaha jasa ini adalah “kenali jenis-jenis rambut, ikuti serat-serat rambut, dan cocokkan dengan tekstur wajah.” Anda tertarik mencoba?

Simulasi Keuntungan

Pemasukan
Jasa potong 25 orang : Rp. 5000,00 x 25 x 30 hari = Rp. 3.750.000,00

Pengeluaran
Gaji 1 Orang Pegawai : Rp. 750.000,00
Listrik & Air : Rp. 30.000,00
Administrasi : Rp. 100.000,00
Silet & Bedak : Rp. 25.000,00
Langganan Koran : Rp. 50.000,00
Promosi : Rp. 300.000,00
Total : Rp. 1.255.000,00

Laba Bersih
Rp. 3.750.000,00 – Rp. 1.255.000,00 = Rp. 2.495.000,00
dikutip dari http://bisnisukm.com

NB
Simulasi Keuntungan setelah survey di daerah saya :

Pemasukan
Jasa potong 25 orang : Rp. 7000,00 x 25 x 30 hari = Rp. 5.250.000,00

Pengeluaran
Gaji 1 Orang Pegawai : Rp. 750.000,00
Listrik & Air : Rp. 30.000,00
Administrasi : Rp. 100.000,00
Silet & Bedak : Rp. 25.000,00
Langganan Koran : Rp. 50.000,00
Promosi : Rp. 300.000,00
Total : Rp. 1.255.000,00

Laba Bersih
Rp. 5.250.000,00 – Rp. 1.255.000,00 = Rp. 3.995.000,00

dengan modal awal :
Sewa tempat Rp. 4.000.000,-/tahun
Peralatan kursi, Kaca, Dll Rp. 4.000.000,-

mudah mudahan awal bulan ini dapat terealisasikan dengan lancar.

Wassalam

Dodorobby